“If The Holy Al-Qur’an Can Speak…”

Andai Al-Qur’an dapat berbicara….”

Waktu engkau masih anak-anak, kau laksana kawan sejati bagiku…dengan wudhu’, Aku engkau sentuh… dalam keadaan suci, Aku engkau pegang…kau junjung dan kau pelajari.Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras tiap hari…setelah itu…kau pun cium Aku mesra. Sekarang engkau telah dewasa…nampaknya, engkau sudah tidak lagi peduli atau berminat padaku…apakah aku bacaan yang usang? yang tinggal sejarah menurutmu barangkali? Aku ini bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu atau… menurutmu aku hanya untuk anak-anak kecil yang belajar ngaji saja? kini… Aku engkau simpan rapi…rapi sekali… sampai-sampai engkau lupa dimana telah menyimpan Aku. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu kadangkala aku dijadikan emas kawin agar engkau dianggap bertaqwa atau…Aku kau buat sebagai penangkal setan. Kini…Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian dan kehampaan di atas lemari, di dalam laci penuh dengan debu…kini…Aku engkau padamkan…

Baca entri selengkapnya »