Penyebab Lemahnya Iman:”Kurang Ikhlas…”

Allah SWT berfirman :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”(Al-Bayyinah:5).

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(Al-Hajj:37)

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab Ra berkata : “Sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (ganjaran perbuatannya) sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Imam An-Nawawi berkata : “Ini adalah hadists shahih yang telah disepakati keshahihannya dan disepakati sebagai satu di antara hadists-hadists yang kedudukan dan keutamaannya sangat besar serta merupakan salah satu diantara hadits-hadists yang menjadi dasar-dasar Islam.”

Suatu perbuatan jika telah dinodai dengan berbagai macam noda berupa riya atau mencari kemasyhuran maka sesunggunya sikap itu akan menjadikan seseorang lemah dalam melaksanakan pekerjaan itu, bahkan pekerjaan itu akan menjadi sia-sia.

Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“Allah SWT berfirman : “Aku paling sangat tidak membutuhkan kesyirikan, maka barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang dalam perbuatan itu ia mempersekutukanKu dengan selain Aku, maka AKu akan meninggalkannya dan perbuatan syiriknya.”

Terkadang seseorang telah bersikap konsisten hingga ia termasuk dalam golongan oran gyang konsisten. Akan tetapi tujuannya bukan untuk konsistensi itu sendiri dan tidak pula bertujuan untuk mendapat ridha Allah SWT, melainkan ia memiliki maksud-maksud lain yang dengan cepat akan menghancurkan sikap konsistennya itu, karena ia tidak menharapkan Allah dan kehidupan Akhirat.

Berkata Abu Al-Qaim Al-Qusyairi : “Ikhlas itu adalah memusatkan niata dalam melaksanakan ketaatan hanya kepada Allah SWT semata. Yaitu melakukan ketaatan hanya bermaksud untuk taqarrub kepada Allah SWT, tiada maksud lain, seperti : untuk mendapat perhatian, pujian manusia atau tujuan-tujuan lain yang bukan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.”

Maka oleh karena itu barangsiapa yang mendambakan keselamatan di dunia dan akhira maka hendaknya ia bersikap ikhlas dan terus menerus mengawasi niatnya, karena hanya dengan sikap itulah suatu pekerjaan memiliki nilai ibadah, pekerjaan sedikit (kecil) yang disertai keikhlasan itu lebih baik daripada pekerjaan banyak yang hampa dari keikhlasan…(31 Sebab Lemahnya Iman, Penerbit : Darul Haq : Husain Muhammad Syamir)

Iklan

2 Komentar

  1. Agustus 12, 2008 pada 1:17 pm

    kalo kurang iklas , ya ikmal atuh,,, yang lebih gantengan heee..

  2. chiemlutzu said,

    Agustus 12, 2008 pada 8:25 pm

    wildan…
    maksudnya apa ga boleh nakal..??
    cory ga comment tulisannya.
    ho ho 3x


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: