Penyebab Lemahnya Iman:”Kecendrungan Terhadap Apa Yang Telah Berlalu…”

Ketika seseorang hendak bersikap konsisten tiba-tiba ia merasakan suatu perpindahan dalam hidupnya dimana pada masa lalu ia hidup dengan penuh maksiat kepada Rabbnya, dipermainkan setan dan penuh keguncangan dalam hidupnya, kemudian ia berpindah menuju kestabilan rohani dan ketentraman. Disini ia mnemukan perbedaan yang amat jauh antara kehidupan masa lalu dengan kehidupnnya sekarang.

Akan tetapi pada masa-masa tertentu dia teringat pada masa laluny, sahabat-sahabat masa lalu dan berbagai prilakunya bersama mereka, kemudian ia melepaskan tali kekang fikirannya untuk menelusuri masa lalu pada ingatannya, sikapnya yang semacam ini secara tidak langsung telah memberi peluang kepada setan untuk melancarkan serangan tipu daya serta bermain dengannya, hingga ia berfikir untuk kembali pada masa lalunya dan kemudian kembali pada teman-temannya lamanya. Teman-teman masal lalu itupun menggerogoti benih-benih keimanan yang baru bersemi dan kebersihan jiwanya dari dalam hatnya, sebagaimana dikatakan bahwa teman itu adalah penggerogot (perampas)

Maka pada saat itu ia sedang hidup antara dua arus yang saling tarik-menarik, arus ketaatan dan arus kemaksiatan, sedang ia sendri hidup di dalam kondisi pertempuran psikologis antara kebenaran dan kebatilan oleh karena itu dalam suatu kisah tentang seseorang yang telah membunuh seratus jiwa manusa, berkata seorang alim kepadanya : “Pergilah engkau ke negeri anu karena sesungguhnya di negeri itu terdapat orang-orang yang menyembah Allah SWT maka hendaknya engkau menyembah Allah SWT bersama mereka, dan jangan engkau kembali ke negerimu karena sesungguhnya negerimu itu adalah negeri yang buruk”

Berkata para ulama :”Sepatutnya orang yang telah bertaubat untuk memisahkan dirinya dari keadaan-keadaan yang biasa ia lakukan di masa masiat serta berpaling secara menyeluruh dari semua itu dan menyibukkan diri pada hal-hal lain (yang mendukung sikap konsistensinya)”

Ini adalah point penting yang harus diperhatikan, sebab setan selalu berusaha untuk melakukan tipu dayanya terhadap mereka yang telah bertaubat agar kembali kepada sahabat-sahabat lamanya dengan alas an mengajak mereka untuk kembali kepada Allah SWT, sementara ia belum memiliki keteguhan dalam menerima petunjuk, ini adalah suatu kesalahan dalam langkah srtategi pengaturan waktu saja. Yang wajib ia lakukan adalah memperkuat diri dan selalu waspada dengan cara memperkaya diri dengan ilmu-ilmu agama sebagai perisai diri untuk menangkal syubhat dan syahwat yang akan di hadapi dalam perjalanan dakwahnya, jika karakteristik-karakteristik da’I telah sempurna maka saat itu ia boleh bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya untuk mengajak mereka kepada Allah SWT dengan selalu memohon pertolongannya…(31 Sebab Lemahnya Iman, Penerbit: Darul Haq, Husain Muhammad Syamir)

Iklan

4 Komentar

  1. ukhtiayu said,

    Agustus 7, 2008 pada 10:48 pm

    masa lalu emang sulit untuk dilupain
    tapi masa lalu cukuplah menjadi kenangan
    dan bwt ambil hikmah

  2. weststarvee said,

    Agustus 12, 2008 pada 8:47 am

    Truss cara qta bwt bnr2 bisa ngelupain masa lalu gmna ?

  3. s4ndies said,

    Desember 11, 2008 pada 8:01 pm

    caranya melupakan masa lalu :

    * Tetaplah menatap masa depan kamu, mungkin prospec kedepanya kamu
    cerah,
    * Jadikanlah masa lalu kamu sebagai pembelajaran kedepanya.
    * Pikirkan dirimu sendiri aja, perbaiki segala kesalahanmu di masa lalu.

  4. Ibnu Munawi said,

    Januari 28, 2010 pada 4:58 pm

    Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: