“Penyakit Al-Zheimer…”

Salah satu pandangan negatif terhadap tayangan televisi menyebutkan bahwa anak-anak yang banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi lebih berpotensi mengalami kegemukan (obesitas). Alasannya, anak-anak menonton televisi tidak banyak melakukan aktifitas fisik, belum lagi jika acara menonton televisi “ditemani” oleh sepiring cemilan.

Tak hanya anak-anak, orang-orang lanjut usiapun juga harus berhati-hati bila sudah maniak televisi. Dr. Robert Friedland, seorang dokter spesialis syaraf dari Case Western University Hospital of Medicine, Amerika Serikat, menemukan fakta baru. Dalam penelitiannya, ia menemukan para penderita Al-Zheimer lanjut usia ternyata menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton telvisi ketimbang melakukan aktivitas lain. (aktivitas fisik dan mental) saat mereka masih berusia muda. Penelitian menunjukkan bahwa penderita Al-zheimer di masa mudanya jarang mengisi waktu luangnya dengan aktivitas fisik atau mental yang bermamfaat, kecuali menonton TV,” ujar Friedland.

Jadi Kesimpulannya : gaya hidup yang buruk yaitu terlalu banyak menonton TV dan kurang aktivitas fisik, berkaitan erat dengan tingginya jumlah kasus penyakit Al-Zheimer.

Penyakit Al-Zheimer, suatu gangguan berat pada otak, sampai saat ini belum bisa diobati dan disembuhkan. Terapi Al-Zheimer dimaksudkan untuk memperlambat proses perkembangan penyakit dan memperpanjang usia penderita, tetapi sama sekali tidak mampu menghentikan kerusakan yang sedang berlangsung di otak.

Secara perlahan tapi pasti, penderita Al-Zheimer akan kehilangan kemampuan kognitif (daya Pikir) dan bicara pada stadium lanjut. Sampi akhirnya mereka tidak berdaya melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyakit Al-Zheimer diderita oleh seperempat jumlah lansia di atas 80 tahun dan merupakan salah satu penyebab kematian pada usai lanjut.

Dalam penelitian terdahulu, para ahli menuduh factor hormone, keturunan, perubahan zat kimiawi di otak dan gangguan gizi pada masa kanak-kanak, sebagai biang keladi penyakti Al-Zheimer. Penelitian juga mencatat adanya penurunan resiko penyakit Al-Zheimer pada orang-orang yang berpendidikan tinggi dan mengerjakan tugas dengan mengandalkan daya pikir, bukan fisik. Dokter C.T tan, neurology dari University of Malaya, Kuala Lumpur dan editor dari The Neurological Journal of Southeast Asia, mengatakan “orang Yang aktif secara mental lebih berpotensi terhindar dari ancaman penyakit Al-Zheimer. Alasannya, karena semakin sering seseorang menggunakan daya pikirnya, maka kapsitas intelektual otaknya menjadi lebih banyak sehingga masih sanggup bertahan jika terjadi gangguan. Alasan kedua, aktivitas mental dapat menstimulasi terjadinya perubahabn sel-sel syaraf sehingga dapat menahan serang Al-Zheimer”.

Friedland beranggapan bahwa seseorang yang terlalu sering menonton televisi, lambat laun sampai berpuluh-puluh tahun lamanya akan mengalami kerusakan pada otaknya. Yang menakutkan, orang dewasa yang banyak menghabiskan waktu luangnya untuk menonton televise ternyata beresiko menderita Al-zheimer dua setengah kali lebih besar. Pada saat menonton televise, otak manusia seakan dimanjakan. Kewaspadaan agak menurun karena asyik dengan tayangan yang disajikan. Akibatnya otak sama sekali tidak dirangsang untuk belajar. Menurut friedland, kebiasaan menonton televise selama 4 jam setiap hari, sudah dikategorikan buruk bagi otak.

Lebih baik beraktivitas

Sekarang ini televisi ditonton selama berjam-jam perhari. Penelitian membuktikan bahwa pada akhir pecan, seseorang bisa menghabiskan waktunya di depan televise lebih dari delapan jam perhari. Bayangkan jika orang menonton televisi sampai 40 jam dalam seminggu, berarti sama dengan kerja full-time di kantor. Yang memprihatinkan, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton televisi ketimbang melakukan kegiatan lain. Padalah kebiasaan bermain-main dan olah raga bagus untuk aktivitas fisik, karena lebih banyak menggerakkan tubuh.

Sama seperti kaki atau tangan yang akan mengecil jika tidak digerakkan, otak juga demikian, apabila tidak sering digunakan untuk berfikir atau melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kreatif.

Para ahli telah menemukan bahwa otak dapat “diperbesar” sebagaimana halnya otot tubuh. Itu berarti kita dapat memperbesar kapasitas otak dengan terus menerus belajar dan melatih mental.

TIPS

Beberapa langkah sederhana berikut ini dapat membantu anda aga tetap memiliki daya ingat yang tajam meskipun berusia lanjut.

1. Stimulasi pikiran

Lakukan olahraga yang dapat melatih fisik sekaligus mental, misalnya : berenang, berlari, atau berjalan setiap hari. Ikutilah kegiatan yang berhubungan dengan banyak orang, misalnya perkumpulan keagamaan atau olahraga.

2. Menyembunyikan remote control

Daripada menyalakan televisi, lebih baik membaca buku atau majalah. Lebih baik mengobrol di ruang keluarga ketimbang nonton televisi.

3. Mengingatkan diri sendiri

Catat serinci mungkin, semua rencana kegiatan sehari-hari di secarik kertas. Agar dapat bekerja sistematis, sebaiknya buat daftar aktivitas yang akan dilakukan selama sehari penuh.

(Elfata Vol 4 no. 11/2004)


Iklan

3 Komentar

  1. Ardian said,

    Agustus 9, 2008 pada 7:23 am

    hy berat amat bahasanna

  2. Ardian said,

    Agustus 13, 2008 pada 8:18 am

    berat amat maneh beda jeng aslina bejad

  3. saiful fatoni said,

    Februari 24, 2009 pada 11:38 am

    kirimi aku lebih banyak tentang iman agar aku bisa memperdalam islam. sekalian juga tentang pengajaran islam tentang ibu dan seorang ank


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: