Chapter I: “My Poem To Nie’Syah….”

Kemanakah Kau memanduku, peri nan mempesona….

Dan berapa lama akan kuikuti Kau diatas jalan berliku ini….Jalan yang ditanami semak-semak berduri?….

Berapa lama sukma kita akan naik turun diatasjalan berbatu dan berliku ini?….

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman: “Banyak Tertawa…”

Rasulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang bahaya banyak tertawa, yaitu dapat melenyapkan fungsi hati, dimana bisa berubah dari hidup menjadi mati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”

yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati lalai untuk mengingat Allah SWT dan lalai kepada kehidupan akhirat; apabila hati manusia lalai dalam mengingat Allah SWT, maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan.

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman: “Al-Futur yang Terus Menerus…”

Al futur memilik dua arti, yaitu :

Pertama : “Terhenti setelah melakukan terus menerus dan berdiam setelah bergerak”.

Kedua : “ Malas (jemu) atau menunda-nunda, atau lamban setelah semangat dan bersungguh-sungguh.”.

Dengan demikan Al-Futur ini terbagi menjadi dua, yaitu : malas dan terhenti. Malas akan selalu menimpa manusia dan kondisi menusia sudah pasit akan mengalami kemalasan, akan tetapi hai itu tidak selalu menyertai orang yang beriman, karena seorang mukmin tidak akan rela jika dirinya berdiam tanpa pekerjaan dan sesungguhnya Rasulullah SAW dalam doanya memohon perlindungan kepada Allah dari sikap malas, maka dalam doanya beliau bersabda :

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas”.

Baca entri selengkapnya »

“Penyakit Al-Zheimer…”

Salah satu pandangan negatif terhadap tayangan televisi menyebutkan bahwa anak-anak yang banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi lebih berpotensi mengalami kegemukan (obesitas). Alasannya, anak-anak menonton televisi tidak banyak melakukan aktifitas fisik, belum lagi jika acara menonton televisi “ditemani” oleh sepiring cemilan.

Tak hanya anak-anak, orang-orang lanjut usiapun juga harus berhati-hati bila sudah maniak televisi. Dr. Robert Friedland, seorang dokter spesialis syaraf dari Case Western University Hospital of Medicine, Amerika Serikat, menemukan fakta baru. Dalam penelitiannya, ia menemukan para penderita Al-Zheimer lanjut usia ternyata menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton telvisi ketimbang melakukan aktivitas lain. (aktivitas fisik dan mental) saat mereka masih berusia muda. Penelitian menunjukkan bahwa penderita Al-zheimer di masa mudanya jarang mengisi waktu luangnya dengan aktivitas fisik atau mental yang bermamfaat, kecuali menonton TV,” ujar Friedland.

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman:”Kurang Ikhlas…”

Allah SWT berfirman :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”(Al-Bayyinah:5).

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(Al-Hajj:37)

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab Ra berkata : “Sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (ganjaran perbuatannya) sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Imam An-Nawawi berkata : “Ini adalah hadists shahih yang telah disepakati keshahihannya dan disepakati sebagai satu di antara hadists-hadists yang kedudukan dan keutamaannya sangat besar serta merupakan salah satu diantara hadits-hadists yang menjadi dasar-dasar Islam.”

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman:”Kecendrungan Terhadap Apa Yang Telah Berlalu…”

Ketika seseorang hendak bersikap konsisten tiba-tiba ia merasakan suatu perpindahan dalam hidupnya dimana pada masa lalu ia hidup dengan penuh maksiat kepada Rabbnya, dipermainkan setan dan penuh keguncangan dalam hidupnya, kemudian ia berpindah menuju kestabilan rohani dan ketentraman. Disini ia mnemukan perbedaan yang amat jauh antara kehidupan masa lalu dengan kehidupnnya sekarang.

Akan tetapi pada masa-masa tertentu dia teringat pada masa laluny, sahabat-sahabat masa lalu dan berbagai prilakunya bersama mereka, kemudian ia melepaskan tali kekang fikirannya untuk menelusuri masa lalu pada ingatannya, sikapnya yang semacam ini secara tidak langsung telah memberi peluang kepada setan untuk melancarkan serangan tipu daya serta bermain dengannya, hingga ia berfikir untuk kembali pada masa lalunya dan kemudian kembali pada teman-temannya lamanya. Teman-teman masal lalu itupun menggerogoti benih-benih keimanan yang baru bersemi dan kebersihan jiwanya dari dalam hatnya, sebagaimana dikatakan bahwa teman itu adalah penggerogot (perampas)

Baca entri selengkapnya »

“Tutur Katanya Menyentuh Hati…”

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling fasih bicaranya. Ucapannya menawan hati dan menyentuh jiwa. Perkataannya bersih, indah, teratur dan halus namun menyimpan makna yang agung. Tutur katanya paling mengagumkan. Ungkapannya paling menggetarkan hati. Ucapannya yang singkat mengandung mu’jizat dari yang Maha Indah. Dalam hal ini beliau bersabda :

“Aku telah diberi jawmi’ul kalim (ungkapan singkat namun bermakna luas)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian halnya tutur kata Rasulullah SAW kepada para sahabatnya, mampu melelehkan air mata orang yang mendengarnya hingga membasahi jenggot-jenggot mereka.

Suatu ketika Rasullullah SAW membagi harta rampasan yang jumlahnya banyak sekali kepada kaum Quraisy dan beberapa kabilah Arab, sementara kaum Anshar tidak diberi bagian walau sepeserpun. Melihat kenyataan ini, marahlah sebagian dari mereka, sampai-sampai ada yang berkata, “Demi Allah, Rasulullah SAW kini telah menjumpai kaumnya sendiri.” Sampai kemudian Sa’ad bin Ubadah datang menjumpai Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sebagian dari kaum Anshar keberatan dengan keputusanmu dalam masalah harta rampasan yang engkau peroleh. Engkau telah membaginya pada kaummu dan kepada kabilah-kabilah Arab dalam jumlah yang sangat besar. Sementara kaum Anshar tidak mendapatkan sedikitpun. “Rasululluh SAW bertanya, “Wahai Sa’ad, kamu sendiri bagaimana?” Sa’ad menjawab, “Wahai Rasul, aku tiada lain kecuali bagian dari kaumku.” Rasulullah SAW pun menjawab,”Kumpulkanlah kaummu di tempat ini”. Baca entri selengkapnya »

“If The Holy Al-Qur’an Can Speak…”

Andai Al-Qur’an dapat berbicara….”

Waktu engkau masih anak-anak, kau laksana kawan sejati bagiku…dengan wudhu’, Aku engkau sentuh… dalam keadaan suci, Aku engkau pegang…kau junjung dan kau pelajari.Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras tiap hari…setelah itu…kau pun cium Aku mesra. Sekarang engkau telah dewasa…nampaknya, engkau sudah tidak lagi peduli atau berminat padaku…apakah aku bacaan yang usang? yang tinggal sejarah menurutmu barangkali? Aku ini bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu atau… menurutmu aku hanya untuk anak-anak kecil yang belajar ngaji saja? kini… Aku engkau simpan rapi…rapi sekali… sampai-sampai engkau lupa dimana telah menyimpan Aku. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu kadangkala aku dijadikan emas kawin agar engkau dianggap bertaqwa atau…Aku kau buat sebagai penangkal setan. Kini…Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian dan kehampaan di atas lemari, di dalam laci penuh dengan debu…kini…Aku engkau padamkan…

Baca entri selengkapnya »

Rahasia Malam

Firman Allah SWT : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.(QS:Al-Isra’:79-81)

Malam berbeda dari siang. Malam itu gelap dan siang itu terang, karena itu waktu malam lebih cocok untuk tidur, bersenang-senang dengan keluarga dan istirahat. Siang itu sebenarnya adalah waktu bangun dan bekerja dalam mencari karunia Allah.

Karena kegiatan umat manusia pada umumnya di siang hari, maka suasana malam lebih hening dan tenang. Suasana seperti ini lebih cocok untuk beribadah dan membuka kontak batin dengan Allah Tuhan Pencipta. Batin manusia adalah sesuatu yang bersifat spiritual yang tidak bisa diindera oleh manusia. Pada waktu itulah spirit bertemu dengan spirit sehingga terjadi komunikasi yang menyambung.

Al-Qur’an mengatakan bahwa bangun di waktu malam sangat kondusif untuk berhubungan dengan Allah melalui berbagai upaya seperti sholat, zikir doa, membaca Al-Qur’an, istighfar, taubat, tafakkur, minta pendapat (istikharah) dan lain-lain.

Baca entri selengkapnya »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!