“Penyakit Al-Zheimer…”

Salah satu pandangan negatif terhadap tayangan televisi menyebutkan bahwa anak-anak yang banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi lebih berpotensi mengalami kegemukan (obesitas). Alasannya, anak-anak menonton televisi tidak banyak melakukan aktifitas fisik, belum lagi jika acara menonton televisi “ditemani” oleh sepiring cemilan.

Tak hanya anak-anak, orang-orang lanjut usiapun juga harus berhati-hati bila sudah maniak televisi. Dr. Robert Friedland, seorang dokter spesialis syaraf dari Case Western University Hospital of Medicine, Amerika Serikat, menemukan fakta baru. Dalam penelitiannya, ia menemukan para penderita Al-Zheimer lanjut usia ternyata menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton telvisi ketimbang melakukan aktivitas lain. (aktivitas fisik dan mental) saat mereka masih berusia muda. Penelitian menunjukkan bahwa penderita Al-zheimer di masa mudanya jarang mengisi waktu luangnya dengan aktivitas fisik atau mental yang bermamfaat, kecuali menonton TV,” ujar Friedland.

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman:”Kurang Ikhlas…”

Allah SWT berfirman :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”(Al-Bayyinah:5).

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”(Al-Hajj:37)

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab Ra berkata : “Sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (ganjaran perbuatannya) sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Imam An-Nawawi berkata : “Ini adalah hadists shahih yang telah disepakati keshahihannya dan disepakati sebagai satu di antara hadists-hadists yang kedudukan dan keutamaannya sangat besar serta merupakan salah satu diantara hadits-hadists yang menjadi dasar-dasar Islam.”

Baca entri selengkapnya »

Penyebab Lemahnya Iman:”Kecendrungan Terhadap Apa Yang Telah Berlalu…”

Ketika seseorang hendak bersikap konsisten tiba-tiba ia merasakan suatu perpindahan dalam hidupnya dimana pada masa lalu ia hidup dengan penuh maksiat kepada Rabbnya, dipermainkan setan dan penuh keguncangan dalam hidupnya, kemudian ia berpindah menuju kestabilan rohani dan ketentraman. Disini ia mnemukan perbedaan yang amat jauh antara kehidupan masa lalu dengan kehidupnnya sekarang.

Akan tetapi pada masa-masa tertentu dia teringat pada masa laluny, sahabat-sahabat masa lalu dan berbagai prilakunya bersama mereka, kemudian ia melepaskan tali kekang fikirannya untuk menelusuri masa lalu pada ingatannya, sikapnya yang semacam ini secara tidak langsung telah memberi peluang kepada setan untuk melancarkan serangan tipu daya serta bermain dengannya, hingga ia berfikir untuk kembali pada masa lalunya dan kemudian kembali pada teman-temannya lamanya. Teman-teman masal lalu itupun menggerogoti benih-benih keimanan yang baru bersemi dan kebersihan jiwanya dari dalam hatnya, sebagaimana dikatakan bahwa teman itu adalah penggerogot (perampas)

Baca entri selengkapnya »